Bahayanya Tanjakan Sitinjau Lauik dan 5 Cara Menghadapinya

Di antara Anda mungkin baru kali ini mendengar nama Tanjakan Sitinjau Lauik, satu kawasan yang cukup rawan untuk dilewati di daerah Sumatera. Apabila Anda tengah berencana berkunjung ke Kota Padang, maka siap-siaplah menghadapi tanjakan yang cukup berbahaya karena kerap kali terjadi longsor disertai kelokan yang cukup tajam di samping harus mengayuh mesin untuk tetap kuat menyelesaikan terjalnya tanjakan yang satu ini.

Bukan isapan jempol belaka, dilansir viva.co.id banyak kendaraan yang mengalami rem blong saat menanjak oleh karena itu sering kali terjadi kecelakaan bahkan terlempar ke jurang. Saking horornya, Tanjakan Sitinjau Lauik sering disebut-sebut sebagai ‘rute maut’. Serem juga ya.

Tanjakan Sitinjau Lauik memang cukup terkenal dengan curam dan bahayanya, wajar apabila pada tahun 2015 kawasan ini mendapat gelar rute paling ekstrem. Oleh karena itu pada titik tertentu akan ditempatkan ‘Pak Ogah’, ‘Pak Ogah’ yan satu ini bukanlah ‘Pak Ogah’ biasa karena dilatih oleh perangkat pemerintah agar bekerja seefisien mungkin karena taruhannya adalah nyawa orang lain apabila pengarahan yang dilakukan tidak sesuai.

Meski demikian curam dan ekstremnya Tanjakan Sitinjau Lauik, kawasan ini sebetulnya akan memberikan mahar yang cukup pada setiap orang yang mampu melintasinya karena pemandangan yang megah menawan tampak dengan jelas dari atas kawasan ini.

Namun bagi Anda yang telah berencana mengunjungi Kota Padang, tak perlu membatalkan perjalanannya karena selalu ada ‘jalan menuju Roma’. Berikut ini cara efektif menghadapi Tanjakan Sitinjau Lauik yang penting untuk diketahui.

1. Memilih Persneling

Tetapkan persneling sedang apabila Anda merasa akan menghadapi kemiringan yang tidak begitu curam. Sedangkan apabila Anda kemiringan yang akan dilalui mulai cukup ekstrem maka siapkan gigi rendah, jangan mencoba-coba menantang diri sendiri untuk berpapasan dengan maut.

2. Gigi Rendah Saat Macet

Apabila tanjakan mulai ramai dengan kendaraan lainnya dan terjadi kemacetan sebaiknya selalu siap untuk mengerem dan mengambil gigi rendah.

Terapkan tiga tipe pengereman, mulai dari rem tangan terlebih dahulu, kemudian rem kaki dengan setengah kopling. Jangan mempelajari trik ini sambil mencoba di kawasan yang terlalu berbahaya seperti Tanjakan Sitinjau Lauik, perlu sering latihan di tanjakan-tanjakan yang biasa terlebih dahulu agar terhindar dari risiko yang terlalu fatal.

3. Rem Tangan Saat Kemacetan Panjang

Apabila Anda menghadapi kemacetan yang cukup panjang saat melewati Tanjakan Sitinjau Lauik, dianjurkan langsung menggunakan rem tangan disertai setengah kopling. Trik ini untuk menghindari kaki kelelahan dan tidak sengaja melepas rem kaki.

4. Buka Tutup Gas Saat Macet Rendah

Sebaiknya menggunakan teknik buka-tutup gas apabila arus pada tanjakan tersebut tidak terlalu macet. Pengereman kaki secara terampil digabungkan dengan pedal gas dan kopling.

5. Menjaga Jarak

Sangat penting menjaga jarak dengan kendaraan lain di depan Anda. Terlebih apabila di depan Anda merupakan kendaraan berat seperti truk dan tangki karena bisa saja terjadi hal-hal yang tak terduga seperti rem blong atau mundur secara tiba-tiba.

Demikianlah beberapa trik berkendara saat melewati Tanjakan Sitinjau Lauik, jadi Anda tak perlu takut lagi untuk berkunjung setiap saat ke Kota Padang melewati tanjakan yang satu ini. Setelah biasa melewatinya, maka rasa takut itu akan berangsur hilang karena akan segera terobati oleh keindahan pemandangan dari atas sana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.